Pahami diri kamu, pahami gaya belajar mu
Apakah yang kamu ingat ketika mendengar kata gaya belajar?
Mungkin kamu akan teringat bagaimana momen ternyaman saat kamu belajar, momen
dimana perangkat otak kamu sangat cepat dan tanggap untuk memahami sesuatu. Lalu
pernahkah kamu berfikir mengapa nilai mata pelajaran kamu selalu begitu-begitu
saja meskipun kamu sudah habis-habis an belajar? Nah perlu kamu ketahui, hal
tersebut bisa saja terjadi karena ketidak tahuan kamu perihal gaya belajar yang
kamu miliki. Kamu sudah berusaha keras mati-matian belajar, tapi kegiatan
belajar tersebut sangat membuat mu tidak nyaman maka kegiatan belajar tersebut
akan berujung dengan kata percuma. Dalam belajar tentu saja terdapat kenyamanan
yang harus diciptakan diri sendiri, salah satunya yaitu dengan mengetahui dan memahami
gaya belajar yang diri kamu inginkan. Setiap gaya belajar memiliki kelebihan
dan kekurangan masing-masing, namun tetap setiap gaya belajar akan terlihat
baik dimata orang yang memang membutuhkannya.
Sebenarynya apa sih yang dimaksud gaya belajar? Hernacki dan
DePorter (2013), gaya belajar dimaknai sebagai suatu gabungan dari bagaiman
seseorang dalam menyerap, mengatur, kemudiaan mengolah informasi menjadi sebuah
pemahaman. Gaya belajar merupakan suatu cara belajar yang dimiliki setiap
orang, gaya belajar dapat diartikan sebagai suatu gabungan atau kombinasi
berbagai cara individu dalam menyerap pengetahuan atau informasi. Setiap orang
tentu saja memiliki gaya belajar masing-masing yang bisa tercipta karena
dibiasakan. Setiap orang penting untuk tahu dan paham gaya belajar yang mereka
inginkan, karena gaya belajar dapat mempengaruhi minat dalam memahami pematerian
atau informasi yang masuk. Munculnya gaya belajar seseorang dapat dipengaruhi
oleh bebeapa hal, namun secara umum Rita Dunn mengklasifikasikan berbagai macam
faktor yang mempengaruhi gaya belajar menjadi sebagai berikut yaitu seperti
karena keadaan fisik, keadaan emosional, kondisi sosiologis dan juga kondisi
lingkungan. Mengapa terdapat gaya belajar yang berbeda-beda setiap orang? Itu
terjadi karena tentu saja kemampuan seseorang berbeda-beda dalam menyerap
pemahaman, jadi tidak semua bisa disama ratakan dalam proses memahami sesuatu.
Umumnya terdapat tiga klasifikasi gaya beajar yaitu:
a). Gaya belajar visual
Merupakan suatu gaya belajar atau cara belajar yang lebih
banyak memanfaatkan kekuatan penglihatan. Orang-orang dengan gaya belajar
visual mampu mempelajari sesuatu hanya karena mereka memperhatikan saja.
Terdapat beberapa ciri orang dengan gaya belajar visual yaitu mudah mengingat
atau mempelajari sesuatu hanya dengant melihat saja, lebih menyukai membaca
dari pada mendengarkan, bisa fokus memperhatikan tanpa terdistrek oleh suara
berisik.
b). Gaya belajar Auditori
Merupakan suatu cara belajar yang lebih banyak menggunakan
alat pendengar yakni lebih memanfaatkan kinerja pendengarannya. Terdapat beberapa
ciri orang yang memiliki gaya belajar auditori yaitu seperti lebih mengingat
sesuatu berdasarkan apa yang telah didengar, mudah terdistraksi oleh kebisingan
dan keramaian, lebih paham dan selalu ingat sesuatu yang telah didiskusikan,
senang mendengar dan membacakan sesuatu dengan suara yang cukup keras. Biasanya
orang dengan tipe belajar audio selalu membawa airphone atau sejenisnya kemanapun dia beranjak. Mereka memang lebih
membutuhkan alat tersebut saat diluar pembelajaran sekolah.
c). Gaya belajar kinestetik
Merupakan jenis gaya belajar yang lebih menyukai pada
kegiatan belajar yang banyak bergerak, menyentuh, beraksi atau dengan jika
dengan kata lain gaya belajar ini lebih menyukai praktik langsung dalam
mempelajari sesuatu. Sosok orang dengan gaya belajar kinestetik cenderung tidak
cukup mempelajari sesuatu hanya dengan melihat dan mendengarkan saja. Terdapat beberapa
ciri orang dengan gaya belajar kinestetik yaitu senang mempelajari sesuatu
dengan praktik langsung, senang mempelajari sesuatu yang lebih banyak melakukan
gerakan, sulit ingin diam karena sosok ini selalu ingin bergerak dan pensaran
pada sesuatu.
Seperti itulah gaya belajar yang umumnya sering ditemui pada
masyarakat. Namun dibalik semua gaya belajar diatas. masih banyak hal-hal lain
yang mempengaruhi seseorang dalam memahami suatu pembelajaran. Misal beberapa
orang mengemukakan bahwasannya belajar itu harus sendiri, sunyi, dan tidak
boleh banyak orang. Sementara beberapa orang lainnya berpendapat bahwsannya
belajar lebih menyenangkan ketika bersama-sama karena terjadinya proses
diskusi. Meskipun setiap orang memiliki gaya belajar berbeda, tapi itu semua jangan
dibandingkan atau saling membandingkan. Setiap gaya belajar tentunya tidak ada
yang benar dan tidak ada yang salah, juga tidak ada lebih baik ataupun dan tidak.
Karena Semua itu adalah hal yang
diwajarkan dan merupakan suatu yang biasa terjadi. Setiap orang tentu memiliki
perbedaan dengan orang lain, dan perbedaan tersebut mencakup beberapa aspek
kehidupan. Karena sejatinya manusia diciptakan dengan penuh keberagaman, jadikan
perbedaan ini untuk saling menghargai dan sering infromasi. Perbedaan harus
mampu menciptakan warna yang baik dalam kehidupan, dengan adanya keberagaman
atau perbedaan tentu saja akan semakin membuat kreasi dan warna lebih banyak.
#GayaBelajar#Keberagaman#Artikel#TulisanMita#Tasikmalaya
Komentar
Posting Komentar