Mewujudkan Karakteristik Pembelajaran Fleksibel pada Pendidikan Masyarakat dengan Penggunaan Teknologi Informasi
Dalam
perkembangan zaman yang semakin maju, teknologi tentu saja menjadi suatu hal
yang biasa digunakan oleh manusia bahkan dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi
mempermudah masyarakat dalam berbagai hal, sehingga perkembangan teknologi
informasi mendapat tanggapan yaitu berupa adanya penggunaan internet yang
mengalami peningkatan dari tahun ke tahun nya terkhusus di negara Indonesia
negara kita tercinta. Seperti yang telah tercatat dalam data survei APJII atau
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia 2023, bahwasannya pengguna
internet saat ini di Indonesia tercatat sebesar 215.626.156 jiwa dari total
populasi 25.773.901 jiwa. Capaian penggunaan internet tersebut tentunya harus
menjadi perhatian bagi semua orang perihal pemahaman dan cara penggunaan yang
baik pada dunia teknologi informasi atau dunia digitalisasi. Pemanfaatan
teknologi informasi dapat diterapkan dalam berbagai bidang, semua hal dapat
terbantu dengan mudah dan cepat karena adanya berbagai perkembangan yang
terjadi pada teknologi informasi. Jika ada pemanfaatan yang baik maka teknologi
dapat menjadi sumber berbagai informasi yang dibutuhkan setiap orang yang
berkaitan dengan kebutuhannya, banyak beberapa bidang yang merasakan manfaat
dari ada dan berkembangnya teknologi informasi yaitu seperti dalam bidang
ekonomi, politik, kesehata, pendidikan dan lain-lain.
Pendidikan
adalah salah satu aspek dalam kehidupan yang banyak memanfaatkan kemajuan
teknologi informasi pada pelaksanaannya, baik itu pendidikan yang bersfiat formal,
informal, maupun nonformal. Pendidikan masyarakat atau pendidikan non-formal
adalah salah satu jalur pendidikan yang dilaksanakan diluar jalur pendidikan
formal, dimana pendidikan ini memiliki fungsi sebagai penambah, pengganti, dan
juga pelengkap dari pendidikan formal. Pendidikan masyarakat atau pendidikan
non-formal merupakan pendidikan yang melibatkan masyarakat. Mengapa demikian? Karena
pendidikan ini ada untuk masyarakat yang memang sebelumnya tidak pernah
menapakkan diri pada satuan pendidikan formal. Peserta didik atau warga belajar
dalam pendidikan non-formal jelas akan
beragam latar belakangnya, bahkan akan terdapat warga belajar yang sudah
memiliki kesibukan lain selain untuk belajar. Untuk itu, pendidikan masyarakat
atau pendidikan non-formal akan dibuat sefleksibel mungkin agar proses
pembelajaran tidak menghambat kesibukkan lain dari warga belajarnya.
Dalam
pendidikan masyarakat atau pendidikan non-formal tentu saja teknologi informasi
sangat dibutuhkan. Hal tersebut berkaitan dengan salah satu karakteristik belajar
pada pendidikan non-formal yaitu waktu belajar yang relatif fleksibel. Dalam
hal ini teknologi informasi akan turut serta menjadi perantara antara warga
belajar dan pamong belajar dalam proses pembelajaran. Dimana dalam pendidikan
masyarakat atau pendidikan non-formal sendiri, konsep pembelajaran yang
fleksibel sudah menjadi ciri khas atau karakteristik yang melekat. Pamong
belajar selalu berusaha menciptakan suasana belajar yang memang menyesuaikan
waktu dari warga belajarnya, dan tentunya tidak terpaku pada satu waktu saja.
Hal ini tentu saja menjadi peluang untuk orang-orang yang ingin mengikuti
pembelajaran tetapi harus mejalankan sebuah pekerjaan. Berikut adalah contoh
kegiatan pembelajaran pada pendidikan masyarakat atau pendidikan non-formal
yang menggunakan sarana teknologi informasi,
yang tentu saja mendukung karakteristik dari pendidikan masyarakat yaitu
:
a).
Pembelajaran via alat komunikasi
Pamong
belajar tidak harus selalu datang ke lembaga atau bertemu tatap muka untuk
melakukan pembelajaran bersama peserta didik/warga belajar, karena terdapatnya
alat komunikasi berupa handphone dan laptop yang bisa lebih mempermudah
pertemuan antara warga belajar dan pamong belajar yaitu dengan pertemuan tatap
maya melalui media zoom atau google-meet. Selain lebih mudah dan cepat, cara
ini juga lebih membantu para warga belajar yang memang punyak banyak kesibukan
lain misal bekerja.
b).
Menghimpun materi pembelajaran dalam file digital
Pamong
belajar tidak perlu memberikan buku pembelajaran pada warga belajar secara
langsung yang tentu saja akan banyak kesulitan entah itu karena buku yang
kapasitasnya terbatas atau lainnya, buku pembelajaran dapat dibuat catatatn
atau rangkuman oleh pamong belajar lalu dikemas dalam file word atau power
point.
c).
Melakukan penugasan secara digital
Pamong
belajar tidak perlu membuat tugas yang tertulis dalam kertas atau secara
manual, namun juga bisa dengan cara menghimpun tugas dalam file lalu dikirim
pada warga belajar. Dalam hal ini, pamong belajar juga dapat memberi penugasan
yang memanfaatka perkembangan teknologi seperti membuat video-video unik,
membuat editan-editan unik seperti poster dan lain-lain.
d).
Sumber belajar tidak hanya dari pamong belajar
Warga
belajar tidak hanya terpaku pada penjelasan pamong, namun mereka dapat mencari
informasi pematerian dari sumber-sumber lain seperti Youtube, Google, Artikel,
Ebook dan lain-lain. Dalam hal ini, pamong bisa turut mengarahkan seperti
memberi link akses yang berisi tema-tema berkaitan dengan materi pembelajaran.
e).
Diskusi sesama warga belajar via alat komunikasi
Para
warga belajar dapat melakukan diskusi ketika ada hal atau suatu pembelajaran yang
ditugaskan berdiskusi. Cara ini sama dengan point pertama yaitu menggunakan media
zoom atau gmeet atau bisa juga hanya berdiskusi pada fitur chatting group
aplikasi seperti whatsapp group.
Dengan begitu, kegiatan pembelajaran pada pendidikan masyarakat akan lebih fleksibel dan lebih praktis. Karena pada dasarnya pendidikan masyarakat harus terlaksana sesuai kemauan, kebutuhan dan kemampuan dari warga belajarnya. Waktu pembelajaran yang ditetapkan memang harus menyesuaikan pada kemampuan waktu dari wagra belajar, waktu yang ditetapkan harus dengan berbagai cara sesuai dengan kesempatan warga belajar, serta memungkinkan untuk melakukan kegiatan belajar sambil bekerja atau berusaha. Dan dengan adanya pemanfaatan teknologi informasi, warga belajar juga secara tidak langsung diarahkan pada proses melek teknologi informasi untuk mengikuti perkembangan zaman dalam memanfaatkan teknologi khususnya untuk keperluan pendidikan.
Komentar
Posting Komentar