Mengenal Lebih Dekat Pendidikan Masyarakat



Ketika mendengar kata pendidikan masyarakat mungkin sebagian orang masih bertanya-tanya, apa itu pendidikan masyarakat? Ya memang benar pendidikan masyarakat belum terlalu dikenal banyak orang. Meskipun sudah menjadi jurusan yang masuk pada beberapa perguruan tinggi, namun tidak menjadikan pendidikan masyarakat lebih dikenal banyak orang. Tapi jangan khawatir, mari kita bersama-sama mengenal apa itu pendidikan masyarakat.

Jika merujuk pada undang-undang, pendidikan masyarakat diartikan sebagai suatu jalur pendidikan yang dilaksanakan diluar jalur pendidikan formal yang terlaksana secara terstruktur dan terencana (UU Sisdikna, No 20 tahun 2003). Terdapat beberapa ahli yang mengemukakan pendidikan masyarakat salah satunya yaitu menurut Philip H.Coombs yang mengemukakan pendidikan masyarakat sebagai kegiatan pendidikan yang dilakukan secara terorganisir, sistematis dan tentu saja dilaksanakan diluar jam persekolahan atau diluar sistem pendidikan formal, yang menghasilkan bentuk pembelajaran yang dikehendaki oleh kelompok orang dewasa ataupun anak-anak. Pendidikan masyarakat hadir untuk memberdayakan masyarakat yang memang masih belum berdaya, terutama dalam bidang pendidikan. Dengan adanya pendidikan masyarakat maka semua berhak mendapat pendidikan tanpa adanya keterbatasan ekonomi dan lain-lain. Pendidikan masyarakat tentu saja berbeda dengan pendidikan formal, baik dalam pelaksanaannya, realisasi waktu dan lain-lain. Terdapat beberapa karakteristik dari pendidikan masyarakat yang dikemukakan Sudjana (2001) yang menjadi pembeda dari pendidikan persekolahan atau pendidikan formal antara lain sebagai brikut:

Dari Segi Tujuan  

1). Jangka pendek dan khusus, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan belajar tertentu yang fungsional bagi kehidupan masa kini dan masa depan. 

2). Kurang menekankan pentingnya ijazah

Dari Segi Waktu 

1). Waktu relatif singkat dan lamanya penyelenggaraan program berpusat pada kebutuhan belajar peserta didik. Persyaratan untuk mengikuti program ialah kebutuhan, minat, dan kesempatan waktu peserta. 

2). Menekankan masa sekarang dan masa depan

3). Dilaksnakan tidak pada waktu yang penuh dan tidak terus menerus, waktu ditetapkan dengan berbagai cara sesuai dengan kesempatan dan kemampuan peserta didik.

Dari Segi Isi Program 

1). Kurikulum berpusat pada kepentingan dan kebutuhan peserta didik, kurikulum bermacam ragam sesuai dengan perbedaan kebutuhan belajar peserta didik dan potensi daerah pendidikan.

Dari Segi Proses Pembelajaran 

1). Kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan di berbagai lingkungan atau satuan Pendidikan Masyarakat. 

2). Berkaitan dengan kehidupan peserta didik dan masyarakat, lingkungan dikaitkan secara fungsional dengan kegiatan belajar. 

3). Struktur program yang luwes, jenis dan urutan program kegiatan belajar bervariasi. Pengembangan program dapat dilakukan sewaktu program sedang berjalan. 

4). Berpusat pada peserta didik, kegiatan pembelajaran dapat menggunakan sumber belajar dari berbagai keahlian dan nara sumber.

5). Penghematan sumber-sumber yang tersedia, memanfaatkan tenaga dan sarana yang terdapat di masyarakat dan lingkungan kerja dalam rangka efisiensi.

Dari Segi Pengendalian 

1). Dilakukan oleh pelaksana program dan peserta didik, pengendalian tidak terpusatkan. Koordinasi dilakukan antar lembaga-lembaga terkait.

2). Pendekatan demokratis, hubungan pendidik dengan peserta didik bercorak hubungan sejajar atas dasar kefungsian. Pembinaan program dilakukan secara demokratik. 

Berdasarkan uraian karakteristik diatas, sangat jelas perbedaan antara pendidikan masyarakat dengan pendidikan formal atau persekolahan. Pendidikan masyarakat memang diciptakan dengan konsep pemnelajaran yang fleksibel dan selalu berpusat pada peserta didik. Dalam pendidika masyarakat, pendidik lebih banyak mengarahkan saja dari pada mengajar. Dalam pelaksanaanya pendidikan masyarakat adalah pendidikan yang menekannkan kepada kecakapan hidup seseorang sehingga yang diajarkan ialah keterampilan fungsional untuk mengembangkan potensi peserta didik Pendidikan Masyarakat terdiri dari pedidikan kecakapan hidup, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, dan pendidikan lainnya.

Walaupun memiliki kesamaan yaitu mendidik. Pendidikan masyarakat dengan ilmu keguruan lainnya adalah bidang yang akan digarapnya. Jika ilmu keguruan fokus kepada pendidikan formal yaitu sekolah dasar hingga sekolah menengah. Maka ilmu pendidikan masyarakat fokus terhadap pendidikan yang terjadi diluar sekolah atau pendidikan formal. Dalam pelaksanaanya pendidikan masyarakat adalah pendidikan yang menekannkan kepada kecakapan hidup seseorang sehingga yang diajarkan ialah keterampilan fungsional untuk mengembangkan potensi peserta didik. Peserta didiknya pun tidak terbatas oleh usia, dari yang usia mud sampai dengan usia dewasa semuanya dapat bergabung pada pendidiksn masyarakat. Program-program yang diselenggarakan adalah kebutuhan keahlian yang dibutuhkan untuk bersaing di dunia pekerjaan. Pendidikan Masyarakat terdiri dari pedidikan kecakapan hidup, pendidikan pemberdayaan perempuan, pendidikan keaksaraan, pendidikan keterampilan dan pelatihan kerja, pendidikan kesetaraan, dan pendidikan lainnya.Walaupun memiliki kesamaan yaitu mendidik. Pendidikan masyarakat dengan ilmu keguruan lainnya adalah bidang yang akan digarapnya. Jika ilmu keguruan fokus kepada pendidikan formal yaitu sekolah dasar hingga sekolah menengah. Maka ilmu pendidikan masyarakat fokus terhadap pendidikan yang terjadi diluar sekolah atau pendidikan formal.

Komentar